Internalisasi Pemikiran Bung Karno: Proklamator Berbeda, Bersatu Untuk Selamanya

Dalam upaya menjalankan peran sebagai pusat informasi dalam penyebaran api pemikiran Bung Karno, Perpustakaan Proklamator Bung Karno menggelar Internalisasi Pemikiran Bung Karno di auditorium Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Bukittinggi (14/08).

Bertajuk “Proklamator Berbeda, Bersatu untuk Selamanya”, kegiatan ini juga termasuk dalam rangkaian peringatan ulang tahun Bung Hatta yang ke 121 yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Proklamator Bung Hatta.

Narasumber terkemuka seperti Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan (Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Andalas Padang), Dr. H. Teguh M.Ag (Dosen UIN Tulunggagung) dan Budi Kastowo (Pustakawan) hadir sebagai pembicara. Sekitar 200 peserta hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari mahasiswa, pelajar, pustakawan, ASN, budayawan, dan tokoh masyarakat.

Acara berlangsung interaktif. Ada sesi diskusi setelah pemaparan materi. Para narasumber berbagi wawasan tentang pemikiran Bung Karno dan Islam. Tidak hanya itu, pentingnya memahami perbedaan namun tetap bersatu dalam membangun bangsa juga menjadi pembahasan.

Dr. H. Teguh M.Ag menjelaskan bahwa Bung Karno mengembangkan pandangan unik keislaman melalui pembelajaran mandiri dan diskusi dengan tokoh Islam. Bung Karno memandang Islam sebagai landasan moral progresif. Pandangan ini memberikan semangat kuat dalam memimpin perjuangan kemerdekaan bangsa.

Sementara itu, menurut Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan, Bung Karno mengadopsi Islam modernis . Hal tersebut menjadi modal utama untuk menghormati keberagaman agama dan menonjolkan rasionalitas dalam perjuangan kemerdekaan.

Kegiatan ini mencerminkan peran penting perpustakaan dalam memfasilitasi diskusi dan refleksi tentang nilai-nilai nasionalisme. Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Perpustakaan Proklamator Bung Karno dalam sambutannya, “Melalui kegiatan ini, Perpustakaan Proklamator Bung Karno berupaya meneruskan warisan pemikiran proklamator kepada masyarakat sehingga bisa memupuk nasionalisme”,.

 

Reportase: Yunita Pertiwi

Dokumentasi: Mai Della/Maizil